contoh karya ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengelolaan kebersihan lingkungan saat ini harus menjadi prioritas karena permasalahan yang ditimbulkan akibat pengelolaan yang kurang baik akan berdampak langsung kepada derajat kesehataan masyarakat.
Salah satu aspek dalam peningkatan kualitas lingkungan yang sehat perlu diperhatikan masalah persampahan dan penyaluran limbah domestic (rumah tangga) apabila kualitas lingkungan terjaga dengan baik maka derajat kesehataan masyarakat akan meningkat pula oleh karena itu pemerintah maupun masyarakat bertanggung jawab untuk menjaga dan mengelola lingkungannya agar tidak berdampak buruk bagi penghuninya.
Mengigat pentingnya arti kebersihan penulis merasa perlu melakukan penelitian sebagai salah satu upaya untuk mencari solusi dalam menanggulangi kebersihan. Dengan penelitiaan ini diharapkan akan didapat suatu yang menggambarkan tingkat kebersihan kota jambi.

1.2 Perumusan Masalah
Berlandaskan latar belakang yang penulis paparkan maka secara garis besar masalah yang dapat penulis paparkan adalah:
1. Bagaimana tingkat kebersihan di Kota Jambi?
2. Bagaimana upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah kebersihan di Kota Jambi?

1.3 Tujuan Penelitian
Penulisan karya tulis ini dilakukan untuk mencapai tujuan –tujuan yang diharapkan dapat bermafaat bagi banyak pihak khususnya masyarakat kota jambi.
Secara detail, tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan tingkat kebersihan di Kota Jambi
2. Mendeskripsikan upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah kebersihan di Kota Jambi

1.4 Manfaat Penelitiaan
1. Sebagai masukan untuk pemerintah agar terus semangat dan tegas dalam menanggulangi masalah kebersihan di Kota Jambi;
2. Sebagai motivasi bagi masyarakat kota jambi untuk terus dapat menjaga kebersihan Kota Jambi;
3. Sebagai masukan bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan Kota Jambi.
1.5 Batasan Masalah
Dalam penelitian dan uraian hasil penelitaan, pembahasannya hanya difokuskan pada upaya pemerintah kota jambi dalam menggulangi kebersihan kota jambi dan tingkat kebersihan kota jambi periode maret 2008-Februari 2009, sehingga dalam uraian penelitiaan ada poin-poin yang menjadi ruang lingkup dalam penelitiaan karya tulis ini yaitu:
1.5.1 Variabel tingkat kebersihan Kota Jambi pada karya ilmiah ini dibatasi pada wilayah Kota Jambi periode Maret 2008-Februari 2009,
1.5.2 Upaya Pemerintah Kota Jambi pada karya tulis ini digeneralisasikan pada masyarakat dan wilayah Kota Jambi,

BAB II
METODOLOGI

Dalam penelitiaan yang penulis lakukan di Kota Jambi, penulis mendapatkan informasi dari berbagai metode dan tekhnik-tekhnik yang penulis lakukan, diantaranya :

2.1 Tekhnik Studi Dokumentasi
Pada metode ini penulis banyak membaca literatur-literatur yang berhubungan dengan kebersihan sebagai referensi dan acuan yang dapat penulis jadikan sebagai pedoman dan tak lupa pula didukung kuat dengan data dokumentasi mengenai kebersihan Kota Jambi dari Dinas Kebersihan Kota Jambi.

2.2 Tekhnik Wawancara
Tekhnik wawancara dilakukan dengan sejumlah orang penulis anggap mampu memberikan informasi seputar masalah yang penulis teliti. Penulis mengadakan wawancara ke Dinas Kebersihan Kota Jambi dan beberapa elemen masyarakat untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan dengan penelitian yang penulis lakukan.

2.3 Tekhnik Survey Lapangan
Penulis mengadakan penelitian pada tangal 29 Januari 2009 dengan meninjau langsung kebeberapa sudut kota. Penulis mengadakan pengamatan di Pasar jalan Sultan Thaha, jalan-jalan protokol, dan beberapa kawasan permukiman warga. Survey ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan Kota Jambi. Dengan teknik ini dapat diperoleh hasil yang akurat dan relevan.

2.4 Hipotesis
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kesimpulan sementara setelah penulis melakukan pengenalan terhadap masalah yang diangkat adapun hipotesisnya adalah : Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam menanggulangi masalah kebersihan di Kota Jambi memberi pengaruh kepada tingkat kebersihan Kota Jambi.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Arti dan Makna Kebersihan
Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran. Termasuk kotoran diantaranya debu, sampah dan bau. Di zaman modern setelah Louis Pasteour menemukan proses penularan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus bakteri pathogen dan bahan kimia berbahaya.
Kebersihan adalah suatu tanda dari higiene yang baik, sehingga manusia perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat kerja dan berbagai sarana umum. Kebersihan lingkungan dapat dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya.

3.2 Aturan-aturan Mengenai Kebersihan
Didalam Peraturan Daerah Perda No 44 Tahun 2002 Pengumuman yang berlogo satuan satpol pp dan cap tangan pemerintah Kota Jambi berisi beberapa peraturan sebagai berikut:
“Dilarang membuang sampah dari atas kendaraan kedaerah milik jalan, jalur hijau, trotoar, parit dan lainya. Melakukan usaha jual beli didaerah milik jalan, jalur hijau dan melakukan usaha di simpang lampu merah”

Pada pasal (40;41) berbunyi
“Pihak yang bertanggung jawab terhadap penggelolan sampah adalah pemerintah daerah”
Pasal(14:15) berbunyi
“Produsen bahkan harus ikut bertanggung jawab untuk memperhatikan pengelolaan kemasan produknya”.

BAB IV
DATA DAN HASIL PENELITIAAN

4.1 Data Penelitian
Sebelum menguraikan hasil penelitian tentang tingkat kebersihan Kota Jambi dan upaya Pemerintah Kota Jambi dalam menanggulangi masalah kebersihan di Kota Jambi, dari salah satu data yang diperoleh dapat diketahui bahwa hanya 20 % dari masyarakat Kota Jambi yang membuang sampah pada TPS (tempat pembuangan sampah)/deppo, ini bermakna kesadaran masyarakat Kota Jambi akan kebersihan sangatlah kurang. Data secara lengkap dapat di peroleh dari tabel perilaku membuang sampah.

4.1.1 Tingkat Kebersihan Kota Jambi
Dari survey yang penulis adakan di beberapa kawasan yang rawan akan masalah kebersihan seperti sampah yaitu pasar dan beberapa permukiman warga di sudut kota dari semua faktor, 54% masyarakat Kota Jambi tidak mendapat pelayanan kebersihan dari Pemerintah. Hal inilah yang menyebabkan mereka membuang sampah tidak pada tempatnya yang mengakibatkan menumpuknya sampah di Kota Jambi.

4.1.2 Data Perilaku Membuang Sampah Masyarakat Kota Jambi
Periode Maret 2008-Februari 2009
Cara Pembuangan Persentase
Dibakar 7%
Dibuang di TPS/ depo 20 %
Di buang di halaman rumah 39 %
Dibuangdi rumah dan diangkut 9%
Di buang di tempat bersama 13 %
Lain-lain 1%

4.1.3 Jenis dan Jumlah Pewadahan Sampah
No Wilayah
(kecamatan) Jumlah
TPS Kontainer Transper depo
1 Kota Baru 30 1 -
2 Jambi Selatan 33 1 1
3 Jelutung 53 1 1
4 Pasar Jambi 24 4 -
5 Telanai Pura 77 1 1
6 Danau Teluk 4 – -
7 Pelayangan 4 – -
8 Jambi Timur 35 2 -
Jumlah total 260 10 3
Ada 260 TPS, 10 Kontainer dan 3 Transper Depo yang diletakan Dinas Kebersihan Kota Jambi tersebar diseluruh Kota Jambi. TPS terbanyak terletak di Kecamatan Telanai Pura karena di kecamatan inilah yang paling padat penduduknya sehingga banyak pula menghasilkan sampah.

4.1.4 Volume Sampah Kota Jambi Tahun 2008

Volume Sampah Sampah yang Terangkut Tidak Terangkut
M3/hari M3/tahun M3/hari M3/tahun %/tahun M3/tahun
1051 378.180 425 153.000 40.46 222.180

Sampah yang terangkut tidak mencapai setengah dari sampah yang dihasilkan oleh Kota Jambi, itu yang membuat sampah bertebaran dan membuat lingkungan Kota Jambi menjadi kotor. Selain itu, menumpuknya sampah da kotoran di Kota Jambi juga disebabkan oleh factor-faktor sebagai berikut :
1. Timbunan sampah yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk tidak/belum diikuti dengan tingkat kesadaran penduduk yang tinggi pula;
2. Pengumpulan sampah masih dilakukan pada kota yang padat penduduk, sedangkan pada wilayah yang jarang penduduk belum dilakukan hal tersebut;
3. Dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk dan semakin rapatnya bangunan maka tidak banyak tersedia ruang untuk fasilitas umum persampahan seperti Kontainer, TPS dan Transfer Depo;
4. Banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan utama Kota Jambi menyebabkan sampah bertebaran di pinggir jalan.
Dengan jumlah penduduk Kota Jambi pada tahun 2008 sebanyak 646.872 maka timbunan sampah di Kota Jambi diperkirakan mencapai 1.248m3/hari dengan jumlah terbesar berasal dari sampah rumahtangga yaitu 536m3/hari, pasar 440m3/hari, jalan 122m3/hari, industri118m3/hari, lain-lain 32m3/hari sementara jumlah yang diangkut sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sebesar 560m3/hari atau sebesar 40,46% dari total timbunan sampah.
Dengan melihat data dan faktor-faktor diatas diketahui bahwa tingkat kebersihan Kota Jambi dikategorikan buruk, karena kurangnya kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat Kota Jambi serta kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yang sangat minim.

4.2 Upaya Pemerintah Kota Jambi dalam Menanggulangi Kebersihan Kota Jambi
Salah satu aspek yang harus diwujudkan dan menjadi pertimbangan utama bagi Pemerintah Kota Jambi adalah upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan Kota Jambi dan untuk menjamin kebersihan lingkungan serta untuk mencapai tujuan yang dirumuskan Dinas Kebersihan Kota Jambi.
Dinas Kebersihan Kota Jambi mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
a) Visi
Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan yang mencerminkan harapan yang dilandasi oleh kondisi dan potensi serta prediksi tantangan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan makna tersebut visi yang hendak diwujudkan oleh Dinas Kebersihan Kota Jambi adalah:
“ Menuju jambi kota bersih, hijau, indah dan lestari”
Makna dari logo dia atas adalah
1. Kota bersih memiliki makna:
Kota yang bersih, tidak ada sampah yang tercecer dan masyarakat telah mengadakan pengumpulan sampah menggunakan sarana yang telah disediakan. Kota yang memiliki management sampah yang baik.
2. Kota hijau memiliki makna:
Kota yang memiliki kawasan hijau lebih besar dibanding kawasan yang terbangun. Kota yang rindang memiliki paru-paru kota yang cukup dan masyarakat yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap penghijauan kota.
3. Kota indah memiliki makna:
Kota yang memiliki taman yang indah pada setiap kota yang dilengkapi dengan penerangan jalan umum, lampu taman dan lampu hias.
4. Kota lestari memiliki makna:
Kota yang mampu mewujudkan kesinambungan pembangunan dengan tetap melestarikan lingkungan

b) Misi
Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dan diwujudkan agar tujuan yang diinginkan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.
Adapun misi Pemerintah Kota Jambi yaitu:
1. Mengadakan peningkatan kebersihan dan keindahan kota secara terus menerus dengan pengembangan model kemitraan dengan mencipatakan bentuk-bentuk kerjasama baru yang melibatkan seluruh stockholder dan ditunjang dengan peningkatan kualitas SDM dan kinerja aparat pengelola lingkungan hidup.
2. Mengadakan peningkatan Ruang Terbuka Hijau melalui gerakan penanaman dan penghijauan kota secara partisipatif.
3. Melaksanakan upaya pencegahan, pengendalian dan pemulihan lingkungan secara profesional dan terpadu dengan didukung informasi yang valid dan reliable kepada masyarakat.
Tidak hanya itu pemerintah juga membuat langkah-langkah membuat jambi sebagai kota bersih, yaitu:
1. Membentuk kkelompok warga peduli lingkungan di setiap rt/kelurahaan
2. Menjadikan sekolah-sekolah di kota jambi sebagai sekolah bersih lingkungan
3. Mendorong aktivitas pengelolaan sampah
4. Menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan utama Kota Jambi
5. Penambahan sarana dan prasarana umum pewadahan sampah dipusat kota.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisis data dalam karya tulis ini, disimpulkan bahwa:
1. Melalui penelitiaan ini diketahui bahwa tingkat kebersihan Kota Jambi dikategorikan buruk, hal ini terkait dengan data yang dapat dilihat pada table 4.1.2 , 4.1.3 dan 4.1.4.
2. Upaya Pemerintah Kota Jambi periode Maret 2008-Febuari 2009 tidak tersosialisasikan mengingat belum adanya peningkatan dalam bidang kebersihan di Kota Jambi.
3. Antara masyarakat dan pemerintah dibutuhkan kerjasama yang baik sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan karya tulis yang penulis paparkan, maka penulis menyarankan kepada:
1. Masyarakat Kota Jambi, biasakanlah diri untuk bisa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tetapi buanglah sampah pada tempat yang telah ditetapkan dan disediakan, sebetulnya tempat-tempat tersebut dibuat untuk kepentingan bersama sehingga sampah tersebut tidak bertebaran;
2. Pemerintah dan Dinas Kebersihan Kota Jambi beserta jajarannnya, agar terus semangat untuk membimbing dan mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan kepada masyarakat Kota Jambi.

One thought on “contoh karya ilmiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s