bahan kimia rumah tangga

BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA
1. Bahan Kimia di Rumah Tangga
Manusia membuat banyak jenis eksperimen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Dari perkembangannyan ada beberapa produk alat-alat kimia. Sebab, alat-alat kimia terbagi menjadi 2 yaitu alat-alat kimia alami, dan alat-alat kimia buatan manusia.
Pada umumnya orang-orang menyebut alat-alat kimia Alami, bila alat-alat kimia buatan manusia disebut alat-alat kimia. Mengapa alat-alat kimia buatan manusia lebih beresiko mendapatkan kerusakan yang besar? Jawabannya karena banyak alat-alat kimia buatan manusia yang beracun, mudah terbakar, mudah sekali untuk rusak, dan susah untuk dibusukkan oleh bakteri dan lain-lain.
Dari bermacam-macam, alat-alat rumahtangga yang alami dan buatan manusia, kita bias membagi mereka berdasarkan kegunaannya, sebagai contoh, alat-alat mencuci, obat pemutih, parfum, insektisida, dan lain-lain. Untuk lebih mengerti lagi, kita bisa membaca ini sampai selesai.
Air
Bahan kimia yang terbanyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah
air. Air mempunyai rumus kimia H2O, dari rumus tersebut dapat diketahui bahwa air
terbentuk dari unsur hidrogen dan unsur oksigen. Pada molekul air terdapat
bagian yang bermuatan positif dan bagian yang bermuatan negatif (air bersifat
polar). Air merupakan pelarut universal karena dapat melarutkan berbagai macam bahan.
Air berubah wujud dari cair menjadi gas (menguap) dan dari cair menjadi padat
(membeku).
Komposisi dari molekul-molekul H2O didalam es berbeda dengan komposisi molekul H2O
dalam air. Di dalam es, molekul H2O terpisah lebih jauh daripada molekul H2O dalam air. Dengan demikian volum air menjadi lebih besar bila berubah menjadi es.
Air berada di permukaan bumi dan di atmosfir bumi. Sekitar 70% permukaan
bumi tertutup oleh air yang berupa lautan dan daratan es.
Fungsi dari air sangat banyak, untuk keperluan rumah tangga, sebagai medium
proses kimia dalam tubuh, untuk fotosintesis, sumber energi, untuk sarana transportasi, rekreasi dan sebagainya.
Berdasarkan fungsinya, air dapat dibagi menjadi:
– air untuk keperluan rumah tangga
– air untuk perikanan dan pertanian
– air untuk keperluan rekreasi, industri dan pertambangan
Setiap golongan air harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditentukan
pemerintah atau WHO.
Untuk mendapatkan air bersih dapat dilakukan dengan proses penjernihan air
yang terdiri dari pengendapan, penyaringan dan penghilangan bakteri serta zat
beracun. Untuk memisahkan air dari garam-garam yang dikandungnya, dapat dilakukan
proses destilasi yang terdiri dari penguapan air dan pengembunan uap air, Air
hasil destilasi masih mengandung gas oksigen dan gas karbon dioksida.
Polimer
Polimer adalah makromolekul, senyawa yang dibentuk oleh ratusan sampai ribuan atom. Polimer terbentuk dari gabungan banyak sekali molekul sederhana. Molekul sederhana tersebut disebut monomer, sedangkan proses pembentukan dari polimer disebut polimerisasi.
Polimer dapat dibagi menjadi :
1. Polimer alam :
Contoh : pati , kapas, kayu, protein, karet.
2. Polimer sintetik :
Inilah beberapa contoh polimer sintetik beserta kegunaannya :
Jenis Polimer Kegunaan
Polivinil Klorida (PVC)
Polivinil Asetat (PVA)
Polivinil Sianida (Orlon)
Karet sintetik, jas hujan
Plastik, film, serat
Serat sintetikPoliamida (Nilon)
Poliester (Dacron)
Polistiren
Serat sintetik
Serat sintetik
Insulator Listrik
Pembersih
Bahan kimia yang digunakan untuk pembersih diantaranya:
– Sabun R-COONa
– Deterjen R-SO3Na
– Asam : asam oksalat (HOOC-COOH)
asam sulfat (H2SO4)
asam klorida
– Pelarut : isopropil alkohol (CH3CH(OH)CH3)
– Kalium kromat (K2CrO4)
Sabum dan Detergen
Sabun memiliki pembersih yang kuat bial dibandingkan dengan air. Sabun pada umumnya terbuat dari lemak hewani atau nabati yang bisa bereaksi dengan sodium hydroxide atau potassium hydroxide, karena basanya yang kuat. Sabun memiliki 12 sampai 18 atom karbon.
Sabun memiliki kelemahan. Partikel terkecil dari sabun dapat terikat dengan mineral yang larut di air, seperti sodium, kalsium, dan magnesium. Hasil dari uraian diatas, akan noda kuning bajumu bila kamu mencuci menggunakan sabun. Lagipula, sabun tidak bisa memproduksi busa di air keras, karena air terdiri dari kalsium dan magnesium.
Dampak negatif penggunaan detergen
Ada bebepara detergen yang tidak dapat terurai di alam, detergen ini akan menutup air permukaan, sehingga menimbulkan pencemaran air.
Asam Klorida
Sebuah bahan kimia yang biasanya tersedia dalam bentuk larutan dalam larutan air
tak berwarna, atau sedikit kuning, berasap (larutan pekat).
Dampak negatif: sangat racun, iritasi kuat pada kulit dan mata.Asam Oksalat
kristal tak berwarna. Digunakan dalam bentuk larutan sebagai pembersih logam dan sebagai pemutih bahan tekstil.
Dampak negatif: mengakibatkan iritasi.
Asam Sulfat
Bahan kimia sepeti asam sulfat merupakan cairan seperti minyak. Digunakan dalam bentuk larutan
sebagai pembersih porselen. Bersifat sangat reaktif, logam yang paling larut.
Dampak negatif: beracun, iritasi kuat
Kalium Kromat
Kalium Kromat berbentuk kristal berwarna kuning. Digunakan sebagai pembersih
dalam bentuk larutan.
Dampak negatif: beracun
Isopropil Alkohol
Isopropil Alkohol adalah cairan tak berwarna, berbau harum, mudah terbakar, dapat
melarutkan lemak. Digunakan sebagai pembersih kaca atau lensa dengan kadar
98-99%.
Dampak negatif : beracun
Pemutih
Pemutih adalah alat-alat kimia yang digunakan untuk menerangkan atau memutihkan. Pemutih pada umumnya terbagi menjadi 2 antara lain:
– kaporit : CaOCl2
– Kalsium hipoklorit : Ca(OCl)2
– Natrium hipoklorit : NaOCl
– Natrium perborat : NaBO3
pemutih bereaksi pada kotoran (terletak di kain) agar kotoran
tidak tampak lagi (kain terlihat lebih bersih). Selain kotoran, pemutih akan bereaksi dengan zat warna (pada kain berwarna) dan bereaksi dengan jaringan tubuh. Mengingat sifat bahan pemutih di atas, dituntut kehati-hatian dalam menggunakan pemutih.
Kalsium Hipoklorit
Bahan kimia berwujud padat, berwarna putih.
Dibuat dengan mengalirkan gas klor ke dalam kalsium hidroksida.
Kalium hipoklorit merupakan pembawa gas klor yang stabil.
Dampak negatif: bersifat racun bila terkena kulit dan terhirup.
Natrium hipoklorit
Bahan kimia yang bersifat tidak stabil. Biasanya disimpan dan digunakan dalam
bentuk larutannya.
Dampak negatif: iritasikuat pada tubuh, bersifat racun.Natrium perborat
Bahan kimia berupa kristal putih atau serbuk.
Dampak negatif: bersifat racun.
Pewangi
Di zaman modern, permintaan untuk pewngian semakin tinggi. Wangi-wangian di kantor, rumah, mobil, atau tubuh butuh diberikan pengaruh tersendiri. Pada umumnya parfum terbuat dari aroma buah atau bunga. Aroma lain bisa dijadikan kombinasi dari buah dan bunga, kombinasi dari beberapa bunga atau dari beberapa buah
Pewangi seringkali menambah wewangian sabun, detergen, pembersih lain, penyemprot rambut dan lotion untuk kulit. Kandungan dari pewangi di dalam semua produk diatas umumnya rata-rata 0,5-5%
Bahan yang digunakan sebagai pewangi adalah bahan yang mudah menguap
agar wanginya mudah tercium. Bahan pewangi ini dapat berasal dari tumbuhan
(alami) tetapi dapat merupakan bahan kimia yang dibuat (sintesis).
Beberapa bahan pewangi:
Pembasmi hama (pestisida)
Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk memberantas hama.
Berdasarkan jenis penyebab kerusakannya (hamanya) pestisida dibagi menjadi:
– insektisida untuk memberantas serangga
– fungisida untuk memberantas jamur- herbisida untuk memberantas gulma
– rodentisida untuk memberantas binatang pengerat
Bahan yang digunakan sebagai pestisida semuanya bersifat racun, sehingga dituntut
berhati-hati pada saat menggunakannya.
2. Mengurangi bahan beracun di rumah
Usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahan beracun yang memenuhi
rumah? Dengan mengubah gaya hidup sehari-hari. Setelah memiliki pengetahuan
tentang kegunaan bahan-bahan yang digunakan sehari-hari dan pengetahuan dampak
negatif yang ditimbulkan penggunaan bahan tadi, dapatlah dipertimbangkan untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya atau mengganti dengan bahan lain yang
tidak berbahaya.
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi masuknya bahan beracun ke
dalam rumah:
– Meneliti bahan yang akan dibeli
Perhatikan komposisi, bahayanya
– Membaca cara penggunaan
– Memilih bahan yang lebih aman.
Bahan berbahan dasar tumbuhan biasanya lebih aman. Bahan yang mudah terurai
oleh alam (biodegradable) tentunya akan lebih baik bagi lingkungan.
– Memilih bahan dalam bentuk non aerosol
– Menggunakan bahan yang tidak mengalami proses pemutihan (bleaching)
– Menghindari produk yang mengandung logam berat (misalnya: raksa)
– Memilih bahan pembersih tanpa bahan anti bakteri
– Memilih buah dan sayuran tanpa pestisida.

About these ads

One thought on “bahan kimia rumah tangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s