Contoh Makalah Konsep,Terminologi dan Klasifikasi Biaya

BAB I
PENDAHULUAN

Pekerjaan manajemen,terpusatkan pertama-tama kepada perencanaan yang didalamnya terdapat penetapan tujuan serta perincianya. Yang kedua ialah pengawasan Pekerjaan manajemen,terpusatkan pertama-tama kepada perencanaan yang didalamnya terdapat penetapan tujuan serta perincianya. Yang kedua ialah pengawasan/pengendalian, yang termasuk kedalamnya tahapan-tahapan pembinaan pencapaian tujuan di atas. Agar supaya dapat dijaga supaya tujuan tersebut tak melesat atau benar-benar dicapai,maka manajemen memerlukan informasi mengenai pelaksanaan organisasi.dari bagian accountinglah manajemen memerlukan

BAB II PEMBAHASAN

A. KONSEP DAN TERMINOLOGI BIAYA

Untuk mempelajari akuntansi manajemen dibutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminologi yang berkaitan dengan biaya. Pembebanan biaya produk, jasa, dan objek lain dari kepentingan manajemen. Biaya, adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau dimasa yang akan datang bagi organisasi. Disebut ekuivalen kas karena sumber nonkas dapat diubah menjadi barang atau jasa yang diinginkan, contoh menukar peralatan dengan bahan yang digunakan untuk produksi. Biaya oportunitas adalah manfaat yang diserahkan atau dikorbankan ketika satu alternatif dipilih dari beberapa alternatif, contoh sebuah perusahaan mungkin menginvestasikan Rp. 1.000.000 dengan persediaan selama setahun daripada menginvestasikan modal tersebut pada investasi produktif yang memberikan tingkat pengembalian 12%. Biaya oportunitas dari modal yang tertanam pada persediaan adalah Rp. 1.000.000 x 12% = Rp. 120.000 dan ini adalah bagian dari biaya menyimpan persediaan.Beban adalah biaya yang telah digunakan untuk menghasilkan pendapatan, atau dengan kata lain beban adalah biaya yang telah kadaluarsa. Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya kepada entitas, dimana biaya yang akan dibebankan disebut sebagai objek biaya. Objek biaya adalah setiap item seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas dan sebagainya, dimana biaya diukur dan dibebankan. Contoh jika kita ingin menentukan biaya produksi unit sepeda, maka objek biaya adalah sepeda. Jika kita ingin menentukan biaya operasi departemen pemeliharaan pada suatu pabrik, maka objek biaya adalah biaya operasi departemen pemeliharaan pada suatu pabrik. Sehubungan dengan objek biaya ini, terdapat aktivitas sebagai objek biaya yang penting. Aktivitas adalah agregasi dari berbagai tindakan dalam suatu organisasi yang bermanfaat bagi para manajer untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Contoh aktivitas meliputi pemasangan peralatan untuk produksi, pemindahan bahan dan barang, pembelian komponen, pengiriman tagihan kepada pelanggan, pembayaran tagihan, pemeriksaan produksi, dan lain – lain. Keakuratan adalah suatu konsep yang relatif dan harus dilakukan dengan wajar serta logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya, tujuannya adalah untuk mengukur dan membebankan biaya terhadap sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Pembebanan biaya secara akurat ke objek biaya sang3EBiaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak sebagai objek biaya. Hubungan biaya dengan objek biaya dapat digali untuk membantu meningkatkan keakuratan pembebanan biaya.sangatlah penting, Beberapa biaya yang termasuk ke dalam objek biaya adalah biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang dengan mudah dan akurat ditelusuri sebagai objek biaya.Pengertian ditelusuri dengan mudah, berarti bahwa biaya dapat dibebankan dengan cara yang layak secara ekonomi dan dilacak dengan akurat berarti bahwa dapat dibebankan dengan menggunakan hubungan sebab akibat. Jadi ketertelusuran adalah unsur utama dalam pengembangan pembebanan biaya yang akurat Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

1. Biaya Langsung – dapat dengan mudah atau ekonomis ditelusuri ke objek biaya

2. Biaya Tidak Langsung – tidak dapat dengan mudah atau ekonomis ditelusuri ke objek biaya. Biaya ini dialokasikan ke objek biaya dengan cara yang rasional dan sistematis Biaya Langsung,

Contoh-contoh Biaya • Suku cadang • Gaji jalur produksi • Biaya Tidak Langsung • Listrik • Sewa • Pajak property •

Faktor Mempengaruhi Pengelompokan Biaya Langsung/Tak Langsung

1. Materialitas Biaya Semakin besar nilai biaya mak semakin besar kemungkinan biaya tersebut dapat dilacak secara ekonomis ke objek biaya tertentu

2. Ketersediaan Teknologi Pengumpulan-Informasi Perkembangan tekhnologi pencarian informasi memungkinkan perusahaan mengelompokan semakin banyak biaya sebagai biaya langsung

3. Desain Operasi Mengelompokan biaya sebagai biaya langsung akan mudah jika fasiltas perusahaan digunakan secraa eklusif hanya untuk objek biaya yang spesifik seperti produm tertentu atau konsumen tertentu Pola Perilaku Biaya  Biaya Variabel (variable costs) – secara total berubah seiring dengan perubahan tingkat aktivitas atau volume  Biaya Tetap (fixed costs) – tidak berubah secara total sekalipun ada perubahan pada tingkat aktivitas atau volume yang terkait  Biaya didefinisikan tetap atau variabel jika dikaitkan dengan aktivitas tertentu atau periode waktu tertentu  Biaya variabel – konstan pada dasar per-unit. Jika satu unit produk memakan biaya 5 pound untuk tiap bahan baku, biayanya tetap sama per unit apakah satu, sepuluh, atau seribu unit yang diproduksi  Biaya tetap – berubah berbanding terbalik dengan tingkat produksi. Seiring semakin banyak unit diproduksi, biaya tetap yang sama tersebar ke semakin banyak unit, mengurangi biaya per unit  Pemicu Biaya (Cost Driver) – variabel yang secara kausal (sebab-akibat) mempengaruhi biaya dalam rentang waktu tertentu  Rentang yang Relevan (Relevant Range) – rentang tingkat aktivitas (atau volume) normal di mana ada hubungan khusus antara tingkat aktivitas (atau volume) dengan biaya tertentu

B. KLASIFIKASI BIAYA

Klasifikasi biaya sangat penting guna membuat ikhtisar yang berarti atas data biaya.klasifikasi yang paling umum di dasarkan pada hubungan antara biaya dengan berikut ini:

1. Produk(satu lot,batch,atau unit dari suatu barang jadi atau jasa)

2. Volume produksi

3. Departemen, proses, pusat biaya (cost center), atau subs divisi lain dari manufaktur

4. Periode akuntans

5. Suatu keputusan, tindakan atu evaluasi

1. Biaya dalam hubunganya dengan produk

a. Biaya produksi Disebut juga biaya pabrik atau biaya produksi,biasanya didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya yaitu biaya bahan baku langsung,biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

1) Bahan baku langsung Adalah semua bahan yang membentuk bagian integral dari barang jadi dan dimasukan secara eksplisit dalam perhitungan biaya produk.contoh dari bahan baku langsung adalah kayu yang digunakan untuk membuat mabel dan minyak mentah yang digunakan untuk membuat bensin.kemudahan penelusuran item bhan baku ke produk jadi merupakan pertimbangan utama dalam mengklasifikasikan biaya sebagai bahan baku langsung.misalnya jumlah paku mabel meupakan bagian integral dari barang jadi,tetapi karna biaya dari paku yang di perlukan untuk setiap mabel tidak signifikan,maka paku diklasifikasikan sebagai bahan baku tidak langsung

2) Tenaga Kerja Langsung Adalah tenaga kerja yang melakukan konversi bahan baku langsung menjadi produk jadi dan dapat di bebankan secara layak ke produk tertentu Contoh : Biaya untuk pembayaran pegawai yang membuat meja

3) Biaya Overhead Pabrik  Bahan baku tidak langsung Adalah bahan yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu produk, tetapi tidak di klasifikasikan sebagai bahan baku langsung karna bahan baku tersebut tidak menjadi bagian dari produk.bahan bakku tidak langsung juga terasuk bahan baku yang secara normalakan diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung Contoh : Biaya untuk pembelian amplas, paku, lem  Tenaga kerja tidak langsung Tenaga kerja yang dikerahkan secara tidak langsung mempengaruhi pembuatan barang jadi atau tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri langsung ke konstruksi atau komposisi dari produk jadi Contoh : Biaya untuk membayar pengawas/mandor,pegawai pabrik ,pembantu umum,dan pada perusahaan jasa biasanya gaji reseptionis,pegawai yang melakukan penyimpanan dokumen  Biaya Tidak Langsung Lainnya Contoh : Biaya telepon, listrik, air dll.

b. Biaya komersial1) Biaya Pemasaran Meliputi semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan konsumendan memperoleh produk atau jasa untuk di sampaikan kepada konsumen. Biaya biaya tersebut di sebut pemerolehan pesanan(order-getting) dan pemenuhan pesanan (order-filling) Contoh : Biaya Iklan, Biaya Pengiriman Barang,perjalanan dalam rangka penjualan ,komisi penjulan ,gaji untuk bagian penjualan,dan biaya penyimpanan (gudang) produk jadi. 2) Biaya Administrasi Meliputi pengeluaran eksekutif,organisasional, dan klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contoh : gaji eksekutif,akuntansi umum,kesekretariatan,humas dan biaya sejenis terkait dengan administrasi umum organisasi secara keseluruhan.

2. Biaya dalam hubungannya dengan pembebanan ke objek biaya

a. Biaya langsung Suatu objek biaya terkait dengan suatu objek biaya dan dapat dilacak ke objek biaya tertentu dengan cara yang layak secara ekonomi(biaya efektivitas). Contoh;biaya kaleng atau botol yang merupakan biaya lansung dari pepsi cola.biaya kaleng atau botol dapat dengan mudah dilacak atu diidentifikasikan pada miuman tersebut.

b. Biaya tidak langsung Suatuobjek biaya bekaitan dengan objek biaya namun tidak dapat dilacak ke objek biaya tertentudengan cara yang layak secara ekonomis(biaya efektifitas) Contoh: gaji supervise yang juga mengawasi roduksi sejumlah produk minuman ringan lain yang pembotolaya dilakukan di pabrik pepsi merupakan biaya tidak langsung bagi pepsi cola, karna supervise merpakan kegiatan yang di perlukan untuk mengelola produksi dan penjualan produk cola

3. biaya dalam hubunganya dengan volume produksi

a. Biaya Variabel adalah biaya yang berubah secara proposionaldengan perubahan aktivitas.aktivitas tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai bentuk seperti unit yang di produksi,unit yang di jual,jarak kilometer yang dituju,jam kerja dan sebagainya.biaya variable biasanya memasukan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, berikut ini adalah biaya overhead yang diklasifikasikan sebagai biaya variable:

 Perlengkapan  Bahan bakar  Peralatan kecil  Kerusakan, sisa, dan beban reklamasi  Biaya penerimaan  Royalty  Biaya komunikasi  Upah lmbur  Penanganan bahan baku

b. Biaya Tetap biaya yang selalu tetap secara keseluruhan tanpa terpengaruh oleh tinggkat aktivitas kecuali jika di engaruhi oleh kekuatan-kekuatan dari luar seperti perubahan harga. Berikut adalah biaya overhead pabrik yang biasanya diklasifikasikan sebagai biaya tetap:

 Gaji eksekutif produksi  Depresiasi  Pajak property  Amortisasi paten  Gaji supervisor  Asuransi – property dan kewajiban  Gaji satpam dan pegawai kebersihan  Pemeliharaan dan perbaikan gedung dan bangunan  Sewa

c. Biaya Semi Variabel jenis biaya yang memiliki elemen biaya tetap dan biaya variable, misalnya biaya listrik biasanya merupakan biaya semi variable , listrik yang digunakan untuk pencerahan biasanya adalah biaya tetap karna cahaya tetap diperlikan tanpa memperdulikan tingkat aktivitas, sementara listrik yang digunakan sebagai tenaga untuk mengoprasikan peralatan akan bervariasi tergantung pada penggunaan peralatan. Berikut merupakan contoh lain dari biaya overhead pabrik semi variable:

 Jasa bahan baku dan persediaan  Jasa kantor pabrik  Asuransi kesehatan dan kecelakaan  Air dan limbah  Pemeliharaan dan perbaikan mesin-mesin pabrik  Pajak penghasilan  Pemanasan, listrik, dan generator d. Biaya Bertingkat (Step Cost) Biaya tetap dalam suatu rentang produksi. Contoh : Biaya pembelian mesin 1, jika kapasitas produksi mesin 1 tidak mencukupi maka beli mesin 2 dst

4. biaya dalam hubunganya dengan periode akuntansi

pembedaan yang akurat antara dua klasifikasi sangat bergantung pada sikap manajemen terhadap pengeluaran tersebut dan karakteristik dari operasi perusahaan

a. pengeluran modal ditunjukan untuk memberikan manfaat dimasa depandan dilaporkan sebagai aktiva

b. pengeluaran pendapatan memberikan manfaat untuk periode sekarang dan dilaporkan sebagai beban, aktiva akhirnya akan menjaddi beban ketika di konsumsi atau hilang kegunaanya

5. biaya dalam hubunganya dengan suatu keputusan, tindakan, atau evaluasi

Biaya adalah bahan yang sangat penting dalam pembuatan keputusan a. Berdasarkan Pengambilan Keputusan

1. Biaya diferensial Disebut juga biaya marginal atau biaya incremental meskipun secara teknis biaya incremental berkiatan dengan kenaikan biaya yang terjadi karna perubahan dari suatu alternative ke latrenatif lain sedangkan penuruanya disebut biaya dekremental

2. Biaya Kesempatan Adalah manfaat potensial yang akan hilang bila salah satu alternative telah dipilih dari sejumlah alternative yang tersedia.Contoh :Agnes bekerja disuatu perusahaan dengan gaji Rp.1.000.000,-. Dia ingin melanjutkan sekolah dan harus meninggalkan kerjanya, Oleh karena itu dengan melanjutkan sekolah dia kehilangan pendapatan sebesar Rp.,1000.000,-. Gaji Agnes yang hilang karena melanjutkan sekolah merupakan Opportunity Cost.

3. Biaya tertanam(SUNK COST) Adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat di ubah oleh keputusn apa pun yang di buat saat ini atu pun masa yng akan dating,karna biaya tertanam tidak dapat di ubbah oleh keputusan papun maka biaya tertanam dapat diabaikan dalam membuat keputusan

6. Berdasarkan Pertanggungjawaban

1. Biaya Terkendali Adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu tempat biaya dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkan. Contoh : Biaya pemasangan iklan merupakan biaya terkendali bagi manager Pemasaran

2. Biaya Tak Terkendal Adalah biaya yang tidak bisa dibebankan tanggungjawab pengeluarannya pada seseorang manajer/pimpinan pusat biaya. Contoh : Biaya penggunaan bahan merupakan biaya tidak terkendali bagi Maanger Pembelian

BAB III PENUTUP KESIMPULAN

Informasi biaya sangat diperlukan perusahaan. Tanpa informasi biaya, maka manajemen tidak memiliki ukuran apakah masukan yang dikorbankan memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah atau lebih tinggi daripada nilai keluarannya. Akibatnya manajemen tidak memiliki informasi apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau tidak. Begitu juga tanpa informasi biaya, manajemen tidak memiliki dasar untuk mengalokasikan berbagai sumber ekonomi yang dapat dikorbankan agar dapat menghasilkan sumber ekonomi lain. Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang memungkinkan manajemen melakukan pengelolaan alokasi berbagai sumber ekonomi untuk menjamin dihasilkannya keluaran yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai masukan yang dikorbankan. , yang termasuk kedalamnya tahapan-tahapan pembinaan pencapaian tujuan di atas. Agar supaya dapat dijaga supaya tujuan tersebut tak melesat atau benar-benar dicapai,maka manajemen memerlukan informasi mengenai pelaksanaan organisasi.dari bagian accountinglah manajemen memerlukan informasi,termassuk pula masalah atau prihal pembiayaan kegiatan/operasi organisasi itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s